Martin Luther — Biarawan yang Mengguncang Dunia
Biarawan yang Mengguncang Dunia
Pada 31 Oktober 1517, seorang biarawan Augustinian yang nyaris tak dikenal bernama Martin Luther mengirim surat kepada Uskup Agung Mainz, memprotes penjualan indulgensi — surat keterangan kepausan yang menjanjikan pemendekan masa penyiksaan jiwa di api penyucian. Terlampir sembilan puluh lima dalil untuk diperdebatkan secara akademis. Dalam hitungan minggu, salinan terjemahannya telah menyebar ke seluruh Jerman. Dalam hitungan bulan, Gereja Roma menghadapi tantangan paling serius terhadap otoritasnya dalam seribu tahun terakhir. Luther tidak bermaksud memulai sebuah revolusi. Ia hanya bermaksud memulai sebuah perbincangan. Namun mesin cetak, amarah para pangeran Jerman, dan keras kepala Roma mengubah perselisihan teologis itu menjadi keretakan Susunan Kristen Barat.
“Hati nuraniku terikat pada Firman Tuhan. Aku tidak bisa dan tidak akan menarik kembali apa pun.”
1483–1546
Lahir pada 10 November 1483 di Eisleben, Sachsen, sebagai putra seorang pandai lebur tembaga. Wafat pada 18 Februari 1546, di kota kelahirannya sendiri — enam puluh dua tahun yang untuk selamanya memecah belah Kekristenan Barat.
95
Pada 31 Oktober 1517, Luther mengirimkan Sembilan Puluh Lima Tesisnya kepada Uskup Agung Albrecht dari Mainz, menantang teologi dan praktik indulgensi. Salinannya menyebar ke seluruh Jerman dalam dua minggu berkat mesin cetak.
11 minggu
Luther menerjemahkan seluruh Perjanjian Baru dari bahasa Yunani ke bahasa Jerman hanya dalam sebelas minggu ketika bersembunyi di Kastil Wartburg pada 1521–1522. Alkitab Jerman yang lengkap menyusul pada 1534.
36+
Luther menggubah setidaknya tiga puluh enam himne, termasuk 'Ein feste Burg ist unser Gott' (Benteng Kukuh Adalah Tuhan Kita), yang menjadi lagu kebangsaan Reformasi.
Reformasi Protestan, 95 Tesis, penerjemahan Alkitab, teologi anugerah
Peristiwa yang Menentukan
Sembilan Puluh Lima Tesis
Apa yang bermula sebagai undangan untuk berdebat secara akademis berubah menjadi pernyataan perang terhadap institusi terkuat di Eropa. Tesis-tesis Luther menantang penjualan indulgensi — praktik penjualan surat keterangan oleh Gereja yang menjanjikan pengurangan masa penyiksaan di api penyucian. Biarawan Dominikan Johann Tetzel telah menjajakannya ke seluruh Jerman dengan slogan "Begitu koin berdenting di peti derma, jiwa pun melompat keluar dari api penyucian." Luther berpendapat bahwa tak seorang paus pun dapat membebaskan jiwa dari api penyucian, bahwa pertobatan sejati menuntut perubahan batin, dan bahwa seluruh sistem itu adalah pengkhianatan terhadap Injil. Berkat mesin cetak, tesis-tesis itu menyebar ke seluruh dunia berbahasa Jerman hanya dalam hitungan minggu.
Diet Worms
Dipanggil menghadap Kaisar Romawi Suci Karl V dan para pangeran Kekaisaran yang berkumpul, Luther ditanyai satu pertanyaan sederhana: apakah ia bersedia menarik kembali tulisan-tulisannya? Ia meminta waktu sehari untuk mempertimbangkannya. Ketika kembali, ia menyampaikan salah satu pidato paling termasyhur dalam sejarah Barat. Apakah ia benar-benar mengucapkan kata-kata "Inilah pendirianku, aku tak dapat berbuat lain" masih diperdebatkan para sejarawan — kalimat itu tidak muncul dalam transkrip resmi. Namun intinya jelas: ia tidak akan menarik satu kata pun kecuali diyakinkan oleh Kitab Suci dan akal budi. Sang Kaisar menyatakannya sebagai buronan. Pelindung Luther, Friedrich yang Bijaksana, mengatur penculikan pura-pura dan menyembunyikannya di Kastil Wartburg.
Alkitab Jerman
Bersembunyi di Kastil Wartburg dengan nama samaran "Junker Jörg," Luther menerjemahkan Perjanjian Baru dari teks Yunani karya Erasmus ke dalam bahasa Jerman yang hidup dan sehari-hari hanya dalam sebelas minggu. "Perjanjian September" tahun 1522 terjual lima ribu eksemplar dalam dua minggu. Selama dua belas tahun berikutnya, dengan bantuan Philip Melanchthon dan para cendekiawan lainnya, Luther menyelesaikan seluruh Perjanjian Lama dari bahasa Ibrani. Alkitab Jerman tahun 1534 tidak sekadar menerjemahkan Kitab Suci — ia turut menciptakan bahasa Jerman modern, menegakkan sebuah standar sastra yang menyatukan puluhan dialek daerah menjadi satu bahasa tulisan bersama.
Linimasa
Lahir di Eisleben
Martin Luther lahir pada 10 November di Eisleben, Sachsen, sebagai putra tertua yang bertahan hidup dari pasangan Hans dan Margarethe Luther. Ayahnya seorang pandai lebur tembaga yang bangkit dari keturunan petani menuju kemakmuran yang sederhana. Keluarga itu pindah ke Mansfeld setahun kemudian, tempat Hans menyewa beberapa tambang dan tungku peleburan.
Universitas Erfurt
Luther mendaftar di Universitas Erfurt, salah satu yang terbaik di Jerman. Ia mempelajari ilmu-ilmu liberal — tata bahasa, retorika, logika, musik, astronomi — dan meraih gelar Sarjana Muda pada 1502 serta gelar Magister pada 1505. Ayahnya berharap ia akan mempelajari hukum.
Badai Petir
Pada 2 Juli, dalam perjalanan kembali ke Erfurt dari rumah orang tuanya, Luther terjebak badai petir yang dahsyat di dekat Stotternheim. Sebuah sambaran petir jatuh tak jauh darinya. Dilanda ketakutan, ia berseru: "Tolonglah aku, Santa Anna! Aku akan menjadi biarawan!" Dua minggu kemudian, pada 17 Juli, ia memasuki biara Augustinian di Erfurt, meninggalkan studi hukumnya meski ayahnya murka dan menentang keras.
Ditahbiskan sebagai Imam
Luther ditahbiskan pada 3 April 1507. Ia memimpin Misa pertamanya pada 2 Mei, nyaris pingsan di altar karena beratnya rasa tak layak yang ia rasakan di hadapan Tuhan. Ayahnya hadir, namun tetap sangat tidak senang dengan pilihan putranya.
Perjalanan ke Roma
Luther melakukan perjalanan ke Roma untuk urusan ordonya. Ia terkejut oleh korupsi, keduniawian, dan sinisme yang ia temukan di sana — para imam yang tergesa-gesa menjalankan Misa, penjualan relikui secara terang-terangan, kelonggaran moral di kalangan pendeta. Kunjungan itu menanamkan benih keraguan tentang otoritas rohani Roma.
Doktor Teologi
Luther menerima gelar doktornya pada 19 Oktober dan bergabung dengan fakultas teologi di Universitas Wittenberg. Ia mulai mengajar tentang Kitab Mazmur (1513–1515) dan kemudian Surat Paulus kepada Jemaat Roma (1515–1516), yang di dalamnya ia mengalami 'pengalaman menara' yang mengubah hidupnya — wawasan bahwa kebenaran datang melalui iman semata.
95 Tesis
Pada 31 Oktober, Luther mengirimkan Sembilan Puluh Lima Tesisnya kepada Uskup Agung Albrecht dari Mainz, menantang teologi indulgensi. Menurut tradisi, ia juga memakukannya di pintu Gereja Kastil di Wittenberg. Dalam hitungan minggu, salinan cetaknya menyebar ke seluruh Jerman. Reformasi pun dimulai.
Diet Worms
Luther tampil di hadapan Kaisar Karl V pada Diet Kekaisaran di Worms pada 17–18 April. Ia menolak untuk menarik kembali pernyataannya. Dekret Worms menyatakannya sebagai bidah dan buronan. Pada 4 Mei, orang-orang kepercayaan Friedrich yang Bijaksana mengatur penculikan pura-pura dan membawa Luther ke Kastil Wartburg, tempat ia akan bersembunyi selama hampir satu tahun.
Tokoh-Tokoh Penting
Philip Melanchthon
Melanchthon tiba di Wittenberg pada 1518 sebagai profesor bahasa Yunani berusia dua puluh satu tahun — bertubuh kecil, pemalu, dan cemerlang. Luther segera mengenali kejeniusannya, dan keduanya membentuk kemitraan paling produktif dalam Reformasi. Jika Luther bersifat meledak-ledak dan konfrontatif, Melanchthon bersikap diplomatis dan sistematis. Ia menulis Pengakuan Iman Augsburg tahun 1530, pernyataan dasar teologi Lutheran. Luther menyebutnya teolog terbaik sejak zaman para Rasul. Persahabatan mereka bertahan hingga Luther wafat, meski sesekali mereka berselisih paham — Melanchthon jauh lebih bersedia mencari jalan damai dengan Roma dibandingkan Luther.
Katharina von Bora
Mantan biarawati Sistersian yang melarikan diri dari biaranya bersembunyi di antara tong-tong ikan haring pada 1523, Katharina menikah dengan Luther pada 13 Juni 1525 — mengejutkan baik kalangan Katolik maupun sebagian sekutu Luther sendiri. Ia mengelola rumah tangga, keuangan, sebuah pabrik bir, kebun buah, kolam ikan, dan arus tak henti para murid serta tamu di kediaman mereka di Biara Hitam. Luther memanggilnya "Tuanku Katie" dan mengakui bahwa dialah separuh yang lebih praktis dalam kemitraan mereka. Mereka dikaruniai enam anak. Katharina hidup enam tahun lebih lama darinya, wafat dalam kemiskinan setelah kehancuran akibat Perang Schmalkalden.
Warisan Martin Luther
Luther tidak bermaksud memecah belah Kekristenan. Ia bermaksud memperbaikinya. Namun kekuatan-kekuatan yang ia lepaskan — mesin cetak, ambisi para pangeran, amarah rakyat, dan keras kepala baik Roma maupun Wittenberg — membuat rekonsiliasi mustahil terjadi. Dalam satu generasi, Eropa terbelah menjadi kubu Katolik dan Protestan, sebuah perpecahan yang akan mengobarkan perang selama abad berikutnya dan membentuk dunia modern dengan cara yang tak pernah terbayangkan oleh Luther.
Terjemahan Alkitabnya turut menciptakan bahasa Jerman. Ketegasannya pada hati nurani pribadi menanamkan benih kebebasan beragama. Himne-himnenya masih dinyanyikan di gereja-gereja di seluruh dunia. Dan pertanyaan yang ia ajukan — apakah keselamatan datang melalui institusi atau melalui iman — tetap menjadi garis patahan Kekristenan Barat lima ratus tahun kemudian. Bacalah kisahnya dalam kata-katanya sendiri — ePub sudut pandang orang pertama ini membawa Anda masuk ke dalam benak biarawan yang mengguncang dunia.
Dapatkan Biografi Lengkap dalam Sudut Pandang Pertama
Baca kisah Martin Luther yang dituturkan dengan suaranya sendiri — 8 bab narasi sinematik dari sudut pandang pertama.
Lanjutkan Percakapan
Anda telah mendengar kisahnya. Kini tanyakan apa saja.
Bicara dengan Martin Luther