Oliver Cromwell — Lelaki yang Membunuh Seorang Raja
Lelaki yang Membunuh Seorang Raja
Pada 30 Januari 1649, Raja Charles I melangkah melalui sebuah jendela Banqueting House di Whitehall menuju sebuah panggung eksekusi yang dibalut kain hitam. Pria yang menandatangani surat perintah kematiannya — bangsawan pedesaan yang tak dikenal, yang berubah menjadi komandan kavaleri, lalu menjadi pembunuh raja — adalah Oliver Cromwell. Dalam kurun waktu satu dekade, Cromwell bangkit dari seorang Anggota Parlemen kelas rendah tanpa pengalaman militer sama sekali, menjadi orang paling berkuasa di Inggris — mengeksekusi rajanya sendiri, menghapuskan House of Lords, dan memerintah sebagai Lord Protector sebuah republik yang oleh sebagian besar Eropa dianggap sebagai sebuah kekejian. Tak ada sosok lain dalam sejarah Britania yang tetap sekontroversial dirinya.
“Aku memohon kepada kalian, demi kasih Kristus, pikirkanlah kemungkinan bahwa kalian keliru.”
1599–1658
Lahir di Huntingdon pada 25 April 1599, dalam keluarga bangsawan kecil yang merupakan keturunan keponakan Thomas Cromwell. Wafat di Istana Whitehall pada 3 September 1658 — tepat pada hari peringatan kemenangan-kemenangan militernya yang terbesar di Dunbar dan Worcester.
7 tahun
Dari pertempuran besar pertama di Edgehill pada 1642 hingga kekalahan terakhir kaum Royalis di Worcester pada 1651, Cromwell bertempur sepanjang tujuh tahun perang saudara yang menewaskan diperkirakan 200.000 jiwa — sebuah proporsi dari populasi Inggris yang lebih besar dibandingkan Perang Dunia Pertama.
59
Lima puluh sembilan komisaris menandatangani surat perintah kematian Raja Charles I pada 29 Januari 1649. Cromwell adalah penanda tangan ketiga. Setelah Restorasi, para pembunuh raja yang masih hidup diburu, diadili, dan dalam banyak kasus, dieksekusi.
5 tahun
Cromwell menjabat sebagai Lord Protector sejak 16 Desember 1653 hingga wafatnya pada 3 September 1658 — memerintah dengan kekuasaan yang lebih mutlak daripada raja yang ia gulingkan, memerintah melalui dekrit militer tatkala Parlemen terbukti tidak kooperatif.
Lord Protector Inggris, pembunuh raja, komandan New Model Army, pemimpin kaum Parlementer
Peristiwa yang Menentukan
Pertempuran Naseby
Pertempuran yang menentukan dalam Perang Saudara Inggris. Cromwell memimpin sayap kanan kavaleri New Model Army dan menghancurkan pasukan berkuda Royalis di bawah Sir Marmaduke Langdale, lalu berbalik untuk menyerang infanteri raja dari belakang. Kehancuran pasukan lapangan utama Charles I mengakhiri segala harapan realistis akan kemenangan militer Royalis. Di antara barang bawaan yang berhasil disita terdapat surat-menyurat pribadi sang raja, yang mengungkap negosiasi rahasianya dengan kaum Katolik Irlandia dan kekuatan-kekuatan asing — menghancurkan reputasinya dan memperkuat posisi mereka yang kelak akan membawanya ke pengadilan.
Eksekusi Charles I
Peristiwa yang mengguncang Eropa. Setelah bertahun-tahun perang saudara dan negosiasi yang gagal, Parlemen mengadili sang raja atas tuduhan pengkhianatan terhadap rakyat Inggris — sebuah tindakan tanpa preseden. Cromwell menjadi kekuatan penggerak di balik pengadilan itu, menekan para komisaris yang ragu-ragu dan menandatangani sendiri surat perintah kematiannya. Charles I dipenggal di hadapan kerumunan orang di luar Banqueting House, Whitehall. Monarki, House of Lords, dan Gereja resmi dihapuskan. Inggris menjadi sebuah republik — Commonwealth — dan Cromwell menjadi sosok paling berkuasa di dalamnya.
Pembubaran Parlemen
Ketika Rump Parliament menolak membubarkan diri dan mengadakan pemilihan baru, kesabaran Cromwell habis. Ia berbaris masuk ke Commons bersama sebarisan musketeer, menunjuk ke arah gada seremonial — simbol otoritas parlementer — dan berseru: “Singkirkan mainan orang bodoh itu!” Ia mengusir para anggota dengan paksa, mengunci pintu-pintunya, dan dalam hitungan bulan menerima gelar Lord Protector di bawah sebuah konstitusi baru, Instrument of Government — konstitusi tertulis pertama dan satu-satunya yang pernah dimiliki Inggris.
Linimasa
Lahir di Huntingdon
Lahir pada 25 April dalam keluarga bangsawan kecil di Huntingdon, Cambridgeshire. Ayahnya, Robert, adalah putra bungsu dari Sir Henry Cromwell, sang ‘Ksatria Emas.’ Keluarganya sederhana namun terhormat — merupakan keturunan Richard Williams, keponakan Thomas Cromwell, yang telah mengadopsi nama Cromwell. Ia dididik di sekolah tata bahasa setempat di bawah bimbingan Thomas Beard, seorang pendeta Puritan.
Pernikahan dengan Elizabeth Bourchier
Menikahi Elizabeth Bourchier, putri Sir James Bourchier, seorang pedagang kulit London yang kaya raya, pada 22 Agustus di Gereja St Giles, Cripplegate, London. Pernikahan ini menghubungkannya dengan dunia perniagaan dan jaringan keluarga-keluarga Puritan yang kelak terbukti sangat penting di tahun-tahun mendatang. Mereka dikaruniai sembilan anak, dan kecakapan Elizabeth yang tenang menjaga keutuhan rumah tangga mereka sepanjang berdekade-dekade perang dan gejolak.
Parlemen Pertama
Terpilih sebagai Anggota Parlemen untuk Huntingdon. Ia tak meninggalkan kesan apa pun pada sesi pertamanya dan jarang berbicara. Parlemen ini mengesahkan Petition of Right yang menegaskan kembali kebebasan-kebebasan kuno, namun Charles I membubarkannya pada 1629, mengawali sebelas tahun masa ‘Pemerintahan Pribadi,’ ketika sang raja memerintah tanpa Parlemen dan memungut pajak atas dasar hak prerogatifnya.
Krisis Spiritual dan Pertobatan
Mengalami krisis spiritual yang mendalam, yang diduga melibatkan depresi berat, dan berkonsultasi dengan seorang tabib London yang mendiagnosisnya dengan ‘valde melancholicus.’ Krisis itu diikuti oleh sebuah pengalaman pertobatan yang mengubah hidupnya. Ia bangkit dengan keyakinan yang tak tergoyahkan bahwa Tuhan telah memilihnya untuk sebuah tujuan istimewa — sebuah keyakinan yang akan menggerakkan setiap keputusan besar dalam kariernya.
Perang Saudara Dimulai
Ketika perang pecah antara Raja dan Parlemen pada bulan Agustus, Cromwell membentuk sepasukan enam puluh kavaleri di Cambridgeshire dengan biayanya sendiri. Usianya empat puluh tiga tahun dan sama sekali tanpa pelatihan militer. Dalam kurun dua tahun, ia akan menjadi komandan kavaleri yang paling ditakuti di Inggris, dikenal oleh musuh-musuhnya sebagai ‘Ironsides’ — sebuah julukan yang konon diberikan oleh Pangeran Rupert sendiri.
Pertempuran Marston Moor
Serangan kavaleri Cromwell di Marston Moor pada 2 Juli mematahkan sayap kanan Royalis di bawah Lord Byron dan menentukan hasil pertempuran terbesar yang pernah terjadi di tanah Inggris — sekitar empat puluh lima ribu pasukan terlibat di dalamnya. Pangeran Rupert dari Rhine, keponakan legendaris sang raja, untuk pertama kalinya mengalami kekalahan. Wilayah utara Inggris pun lepas dari genggaman kaum Royalis.
Naseby dan New Model Army
Pembentukan New Model Army di bawah Sir Thomas Fairfax — sebuah pasukan profesional yang didanai secara terpusat, tak seperti apa pun yang pernah dilihat Inggris — mengubah jalannya perang. Di Naseby pada 14 Juni, kavaleri Cromwell menghancurkan pasukan berkuda utara Langdale lalu menghantam infanteri Royalis dari belakang. Penyitaan surat-surat pribadi Charles mengungkap hubungan rahasianya dengan kekuatan-kekuatan Katolik asing, membalikkan opini publik secara telak melawan Mahkota.
Sang Raja Dieksekusi
Setelah bertahun-tahun negosiasi yang gagal dan perjanjian rahasia sang raja dengan bangsa Skotlandia, Cromwell menjadi penggerak utama di balik pengadilan dan eksekusi Charles I pada 30 Januari. Monarki dan House of Lords dihapuskan. Inggris menjadi sebuah republik — Commonwealth — yang diperintah oleh Rump Parliament. Cromwell, didukung oleh New Model Army, kini menjadi orang paling berkuasa di negeri itu.
Tokoh-Tokoh Penting
Thomas Fairfax
Sir Thomas Fairfax, Lord Fairfax dari Cameron yang ketiga, adalah panglima tertinggi New Model Army dan atasan Cromwell selama kampanye-kampanye penentu Perang Saudara. Seorang ahli taktik yang brilian dan sederhana secara alami, Fairfax memenangkan perang itu namun mundur dari konsekuensi-konsekuensi politiknya. Ia menolak bertugas dalam komisi yang mengadili Charles I dan mengundurkan diri dari jabatan komandannya daripada harus menginvasi Skotlandia. Pengunduran dirinya dari kehidupan publik menjadikan Cromwell sebagai pemimpin tak tertandingi bagi angkatan bersenjata, dan pada akhirnya, bagi Inggris.
Charles I
Charles Stuart, Raja Inggris, Skotlandia, dan Irlandia, adalah pria yang selama satu dekade diperangi Cromwell dan yang akhirnya digiringnya ke panggung eksekusi. Charles meyakini hak ilahi para raja dengan ketulusan yang mutlak, yang membuat kompromi menjadi mustahil. Ia bernegosiasi dengan itikad buruk, mengadu domba musuh-musuhnya satu sama lain, dan secara diam-diam meminta bantuan invasi asing. Namun ia menghadapi eksekusinya dengan martabat yang luar biasa, dan kematiannya mengubahnya dari seorang raja yang gagal menjadi seorang martir kerajaan. Cromwell menandatangani surat perintah kematiannya — namun tak pernah berhenti bergulat dengan pertanyaan apakah Tuhan sungguh-sungguh menuntutnya.
Warisan Oliver Cromwell
Warisan Cromwell adalah sebuah kajian tentang kontradiksi. Ia berjuang membela Parlemen melawan Mahkota, lalu membubarkan Parlemen dengan kekerasan. Ia menjunjung tinggi kebebasan beragama, namun kemudian memaksakan pemerintahan militer atas Inggris dan kehancuran atas Irlandia. Ia menolak gelar raja, namun menggenggam kekuasaan lebih besar daripada raja Inggris mana pun sebelumnya. Ia wafat di ranjangnya pada 3 September 1658 — tepat pada hari peringatan kemenangannya di Dunbar dan Worcester — dan dimakamkan di Westminster Abbey dengan kemegahan seorang penguasa. Dua tahun kemudian, monarki dipulihkan. Jasadnya digali dari kubur, digantung dengan rantai di Tyburn, dan kepalanya yang terpenggal dipajang di atas sebuah tiang di luar Westminster Hall selama lebih dari dua dekade.
Ia tetap menjadi sosok paling memecah belah dalam sejarah Britania — seorang pembebas bagi sebagian orang, seorang tiran bagi yang lain, dan bagi bangsa Irlandia, sebuah nama yang identik dengan penaklukan dan kekejaman. Bacalah kisahnya dengan kata-katanya sendiri — ePub sudut pandang orang pertama ini membawamu masuk ke dalam benak pria yang membunuh seorang raja.
Dapatkan Biografi Lengkap dalam Sudut Pandang Pertama
Baca kisah Oliver Cromwell yang dituturkan dengan suaranya sendiri — 8 bab narasi sinematik dari sudut pandang pertama.
Lanjutkan Percakapan
Anda telah mendengar kisahnya. Kini tanyakan apa saja.
Bicara dengan Oliver Cromwell