John Locke — Bapak Liberalisme
Bapak Liberalisme
Pada musim dingin tahun 1689, John Locke turun dari kapal di Inggris setelah enam tahun menjalani pengasingan politik di Belanda — dan dalam hitungan bulan menerbitkan tiga karya yang akan mengubah wajah peradaban Barat. An Essay Concerning Human Understanding meruntuhkan doktrin ide-ide bawaan. Two Treatises of Government meletakkan fondasi filosofis bagi pemerintahan berdasarkan persetujuan rakyat dan hak untuk melakukan revolusi. A Letter Concerning Toleration berargumen bahwa negara tidak berhak mengatur keyakinan pribadi warganya. Bersama-sama, karya-karya ini menjadikan Locke filsuf politik paling berpengaruh di era modern — sosok yang kelak menjadi rujukan Thomas Jefferson ketika ia menuliskan bahwa semua manusia diciptakan setara.
“Di mana hukum berakhir, di situ tirani bermula.”
1632–1704
Lahir di Wrington, Somerset, pada masa Perang Saudara Inggris. Wafat dengan tenang di Oates Manor, Essex, pada usia tujuh puluh dua tahun — setelah menyaksikan perang saudara, pembunuhan raja, restorasi, revolusi, dan lahirnya Zaman Pencerahan.
18 tahun
Dimulai pada musim dingin 1671 setelah sebuah diskusi bersama sahabat-sahabatnya di Exeter House, An Essay Concerning Human Understanding ditulis 'tersendat-sendat' selama hampir dua dekade sebelum akhirnya terbit pada 1689.
5
The Essay, Two Treatises of Government, A Letter Concerning Toleration, Some Thoughts Concerning Education, dan The Reasonableness of Christianity — semuanya terbit antara tahun 1689 dan 1695.
6
Dari September 1683 hingga Februari 1689, Locke menjalani pengasingan politik di Belanda — diusir dari Oxford, dituduh melakukan pengkhianatan, namun justru menghasilkan karya filosofis terpentingnya.
Filsafat empirisme, teori hak-hak alamiah, peletak dasar liberalisme modern
Peristiwa yang Menentukan
An Essay Concerning Human Understanding
Mahakarya filosofis Locke ini berargumen bahwa pikiran manusia saat lahir adalah tabula rasa — sebuah lembaran kosong — dan bahwa seluruh pengetahuan berasal dari pengalaman. Dimulai setelah sebuah percakapan di antara sahabat-sahabatnya pada 1671 yang menemui jalan buntu, Essay ini membutuhkan delapan belas tahun untuk rampung dan menjadi teks fondasional empirisme Inggris. Karya ini meruntuhkan doktrin Cartesian tentang ide-ide bawaan dan mengajukan bahwa sensasi dan refleksi adalah satu-satunya sumber pengetahuan manusia — sebuah argumen yang mengubah wajah epistemologi dan memengaruhi setiap pemikir Pencerahan, dari Voltaire, Hume, hingga Kant.
Two Treatises of Government
Ditulis pada masa Krisis Eksklusi 1679–1681 — bukan setelah Revolusi Agung seperti yang lama dipercaya — Two Treatises meruntuhkan teori hak ilahi Sir Robert Filmer dan menjabarkan prinsip-prinsip hak alamiah, pemerintahan berdasarkan persetujuan rakyat, dan hak untuk melakukan revolusi. Thomas Jefferson mengambil langsung dari Second Treatise ketika menyusun Declaration of Independence, meminjam ungkapan 'hidup, kebebasan, dan hak milik' serta argumennya bahwa 'rentetan panjang penyalahgunaan kekuasaan' membenarkan pemberontakan.
Kembali dari Pengasingan
Setelah enam tahun menjalani pengasingan politik di Belanda — masa ketika ia diusir dari Christ Church Oxford, dituduh melakukan pengkhianatan, dan terpaksa bersembunyi — Locke kembali ke Inggris menumpang kapal yang membawa Putri Mary, istri William dari Oranye. Dalam hitungan bulan ia menerbitkan tiga karya yang telah lama ia rancang selama masa pengasingannya: Essay, Two Treatises, dan Letter Concerning Toleration. Revolusi Agung membenarkan segala sesuatu yang selama ini ia perjuangkan.
Linimasa
Lahir di Wrington
Lahir pada 29 Agustus di Wrington, Somerset, dari orang tua Puritan. Ayahnya adalah seorang pengacara daerah yang bertugas sebagai kapten kavaleri Parlementer dalam Perang Saudara Inggris — pengabdian militer yang kelak mempertemukan John muda dengan sosok pelindung yang mengubah hidupnya.
Westminster School
Dikirim ke Westminster School di London pada usia empat belas tahun, di bawah naungan Alexander Popham, mantan komandan militer ayahnya. Sekolah itu berdiri di bayang-bayang Parlemen, dan Locke tiba hanya dua tahun sebelum eksekusi Charles I — sebuah peristiwa yang membentuk keterpakuannya seumur hidup pada batas-batas kekuasaan politik.
Christ Church, Oxford
Diterima di Christ Church, Oxford, tempat ia akan menghabiskan tiga dekade berikutnya. Tak puas dengan skolastisisme Aristotelian dalam kurikulum, ia condong ke filsafat alam dan kedokteran, berkenalan dengan Robert Boyle dan menemukan metode empiris yang akan menentukan arah karier filosofisnya.
Bertemu Lord Shaftesbury
Sebuah pertemuan tak disengaja dengan Anthony Ashley Cooper — yang kelak menjadi Earl of Shaftesbury pertama — mengubah segalanya. Shaftesbury begitu terkesan hingga mengundang Locke bergabung dengan rumah tangganya di London sebagai dokter pribadi, sekretaris, dan penasihat intelektual. Itulah awal dari sebuah kemitraan yang akan menyeret Locke ke jantung kehidupan politik Inggris.
Essay Dimulai
Sebuah diskusi di antara 'lima atau enam sahabat' di Exeter House menemui jalan buntu, dan Locke mengusulkan agar mereka lebih dahulu menelaah batas-batas pemahaman manusia. Percakapan malam itu memicu delapan belas tahun penulisan yang terputus-putus, yang kelak melahirkan mahakaryanya.
Krisis Eksklusi
Shaftesbury memimpin kampanye untuk menyingkirkan Duke of York yang beragama Katolik dari garis suksesi takhta — kelahiran gerakan Whig. Locke menulis Two Treatises of Government dalam atmosfer politik yang membara ini. Ketika krisis itu runtuh, Shaftesbury melarikan diri ke Belanda dan wafat dalam pengasingan. Locke menyusul kemudian.
Pengasingan ke Belanda
Setelah Rye House Plot terbongkar, Locke melarikan diri ke Belanda pada September 1683, mengawali enam tahun pengasingan politik. Ia diusir dari Christ Church atas perintah langsung kerajaan, dituduh melakukan pengkhianatan, dan terpaksa bersembunyi. Namun justru inilah tahun-tahun paling produktif dalam hidupnya — ia merampungkan Essay, menulis Letter Concerning Toleration, dan membaca Principia karya Newton.
Tahun Penerbitan
Kembali ke Inggris menumpang kapal Putri Mary. Dalam hitungan bulan, ia menerbitkan Essay, Two Treatises, dan Letter Concerning Toleration — semuanya secara anonim. Bertemu Isaac Newton di London dan mengawali salah satu persahabatan intelektual terbesar pada zamannya. Revolusi Agung telah membenarkan filsafatnya; kini dunia dapat membacanya.
Tokoh-Tokoh Penting
Lord Shaftesbury
Anthony Ashley Cooper, Earl of Shaftesbury pertama, adalah sosok yang menarik Locke keluar dari Oxford dan membawanya ke tengah dunia. Sejak 1667, Locke tinggal di rumah tangga Shaftesbury sebagai dokter pribadi, sekretaris, dan orang kepercayaan — bahkan mengawasi sebuah operasi hati yang menyelamatkan nyawa pada 1668. Shaftesbury mendirikan gerakan Whig dan memimpin kampanye menentang monarki absolut; Locke menyediakan argumen-argumen filosofisnya. Ketika Shaftesbury jatuh, Locke pun jatuh bersamanya — pengasingan, tuduhan, dan bertahun-tahun kebisuan. Namun gagasan-gagasan yang mereka bagi bersama itu bertahan melampaui keduanya dan mengubah dunia.
Isaac Newton
Locke bertemu Newton di London pada 1689, tak lama setelah karya terbesar keduanya sama-sama terbit. Mereka menjadi sahabat karib, terikat oleh minat yang sama terhadap teologi, filsafat alam, dan ilmu pengetahuan baru. Keduanya menganut pandangan keagamaan yang heterodoks — keyakinan anti-Trinitas yang hanya mereka percayakan satu sama lain. Persahabatan mereka bertahan melewati sebuah krisis pada 1693 ketika Newton, mungkin dalam cengkeraman gangguan jiwa, menuduh Locke berusaha 'melibatkan diriku dengan perempuan-perempuan.' Mereka pun berbaikan, dan Locke berkata tentang Newton: 'Ia orang yang menyenangkan untuk diajak berurusan, hanya sedikit terlalu mudah menaruh kecurigaan tanpa dasar dalam dirinya sendiri.'
Warisan John Locke
John Locke tidak pernah memegang jabatan terpilih, tidak pernah memimpin pasukan, dan menerbitkan sebagian besar karyanya secara anonim. Namun gagasan-gagasannya — bahwa setiap manusia memiliki hak alamiah atas hidup, kebebasan, dan hak milik; bahwa pemerintahan yang sah bertumpu pada persetujuan rakyat yang diperintah; bahwa pikiran bermula sebagai lembaran kosong yang dibentuk oleh pengalaman; bahwa gereja dan negara harus dipisahkan — menjadi arsitektur intelektual dunia modern. Thomas Jefferson meminjam bahasanya untuk Declaration of Independence. Para penyusun Konstitusi membangun di atas teorinya tentang pemisahan kekuasaan. Para revolusioner Prancis mengutipnya. Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia masih menggemakan gagasannya hingga kini.
Ia adalah seorang dokter yang menyembuhkan seorang bangsawan dan mengubah sebuah bangsa. Seorang filsuf yang menghabiskan delapan belas tahun untuk satu pertanyaan tunggal dan menjawabnya untuk selamanya. Seorang buronan yang kembali dari pengasingan untuk menerbitkan gagasan paling berbahaya di abad itu. Bacalah kisahnya dengan kata-katanya sendiri — ePub sudut pandang orang pertama ini membawamu masuk ke dalam benak sang penemu kebebasan modern.
Dapatkan Biografi Lengkap dalam Sudut Pandang Pertama
Baca kisah John Locke yang dituturkan dengan suaranya sendiri — 8 bab narasi sinematik dari sudut pandang pertama.
Lanjutkan Percakapan
Anda telah mendengar kisahnya. Kini tanyakan apa saja.
Bicara dengan John Locke