Benjamin Franklin — Orang Amerika Pertama
Orang Amerika Pertama
Pada suatu sore yang diguncang badai di bulan Juni 1752, seorang pencetak berusia empat puluh enam tahun berdiri di sebuah ladang di luar kota Philadelphia, memegang tali layang-layang yang terikat pada sebuah kunci logam. Ketika percikan api meloncat dari kunci itu ke buku jarinya, Benjamin Franklin membuktikan apa yang belum pernah ditunjukkan siapa pun sebelumnya: bahwa petir adalah listrik. Itu hanyalah satu babak dalam sebuah kehidupan yang begitu beraneka ragam hingga mustahil diringkas. Lahir dari keluarga pembuat lilin di Boston, Franklin kabur dari rumah pada usia tujuh belas tahun, membangun kerajaan percetakan, mendirikan sebuah universitas, menciptakan penangkal petir dan kacamata bifokal, memikat istana Prancis untuk membiayai sebuah revolusi, serta ikut menyusun baik Deklarasi Kemerdekaan maupun Konstitusi. Ia tetap menjadi manusia paling luar biasa yang membangun dirinya sendiri dari nol dalam sejarah Amerika.
“Investasi pada ilmu pengetahuan selalu memberi bunga yang terbaik.”
1706–1790
Lahir pada 17 Januari 1706 di Boston, Massachusetts, anak kelima belas dari tujuh belas bersaudara. Wafat pada 17 April 1790 di Philadelphia, pada usia delapan puluh empat tahun — yang tertua di antara para Bapak Pendiri utama.
12+
Franklin menciptakan penangkal petir, kacamata bifokal, tungku Franklin, armonika kaca, kaki katak untuk berenang, kateter kemih yang lentur, dan lengan panjang untuk menjangkau rak tinggi — namun menolak mematenkan satu pun ciptaannya, karena ia yakin penemuan seharusnya bermanfaat bagi semua orang.
27
Franklin menghabiskan hampir tiga dekade di Eropa — delapan belas tahun sebagai agen koloni di London (1757–1775) dan sembilan tahun sebagai duta besar untuk Prancis (1776–1785). Ia adalah orang Amerika paling terkenal di dunia, jauh sebelum Amerika Serikat berdiri.
4
Franklin adalah satu-satunya Bapak Pendiri yang menandatangani keempat dokumen pendirian bangsa: Deklarasi Kemerdekaan (1776), Perjanjian Aliansi dengan Prancis (1778), Perjanjian Paris (1783), dan Konstitusi Amerika Serikat (1787).
Bapak Pendiri, diplomat, ilmuwan, penemu, pencetak, penulis Poor Richard's Almanack
Peristiwa yang Menentukan
Eksperimen Layang-Layang
Di tengah badai petir di luar Philadelphia, Franklin menerbangkan sebuah layang-layang dengan kunci logam yang terikat pada talinya, dan membuktikan bahwa petir pada dasarnya bersifat listrik. Eksperimen itu menjadikannya ilmuwan paling terkenal di dunia dan secara langsung mengantarkannya pada penemuan penangkal petir — alat yang menyelamatkan tak terhitung bangunan dan nyawa di dua benua.
Duta Besar untuk Prancis
Pada usia tujuh puluh tahun, Franklin berlayar ke Prancis untuk memastikan aliansi militer dan finansial yang akan memenangkan kemerdekaan Amerika. Mengenakan topi bulu sederhana yang menjadi sensasi di Versailles, ia memikat Raja Louis XVI, merundingkan Perjanjian Aliansi pada 1778, dan memperoleh pinjaman serta perbekalan senilai jutaan livre. Tanpa diplomasi Franklin, Revolusi hampir pasti akan gagal.
Konvensi Konstitusi
Pada usia delapan puluh satu tahun, Franklin adalah delegasi tertua dalam Konvensi Konstitusi di Philadelphia. Meski terlalu lemah untuk menyampaikan pidatonya sendiri — James Wilson yang membacakannya dengan lantang — kehadirannya memberi wibawa pada persidangan itu yang tak tertandingi oleh delegasi mana pun. Pidato terakhirnya yang mendesak pengesahan secara bulat menjadi salah satu seruan kompromi paling termasyhur dalam sejarah politik Amerika.
Linimasa
Lahir di Boston
Benjamin Franklin lahir pada 17 Januari 1706 di Milk Street, Boston, anak kelima belas dari tujuh belas anak Josiah Franklin. Ayahnya seorang pembuat lilin dan sabun yang beremigrasi dari Ecton, Northamptonshire, Inggris, pada 1683. Benjamin muda bersekolah di Boston Latin School selama dua tahun sebelum ayahnya menariknya keluar untuk belajar suatu keterampilan.
Magang pada Kakaknya, James
Pada usia dua belas tahun, Benjamin dimagangkan kepada kakaknya, James, seorang pencetak yang menerbitkan <em>New-England Courant</em>. Franklin mempelajari seluk-beluk usaha percetakan dari dasar dan diam-diam menyumbangkan esai-esai di bawah nama samaran Silence Dogood — seorang janda rekaan yang surat-suratnya menjadi buah bibir di Boston. Ketika James mengetahui tipu daya itu, kedua bersaudara itu bertengkar hebat.
Kabur ke Philadelphia
Pada usia tujuh belas tahun, Franklin memutus masa magangnya dan melarikan diri ke Philadelphia hampir tanpa apa pun. Ia tiba dalam keadaan lapar, berantakan, sambil menenteng tiga roti bundar yang mengembung di bawah lengannya — sebuah citra yang kelak diabadikannya dalam Autobiografinya. Dalam hitungan bulan ia telah menemukan pekerjaan sebagai pencetak dan mulai merajut jaringan relasi yang akan menentukan seluruh kariernya.
Poor Richard's Almanack
Franklin mulai menerbitkan Poor Richard's Almanack di bawah nama samaran Richard Saunders. Almanak itu menjadi salah satu terbitan yang paling banyak dibaca di koloni-koloni, terjual sekitar sepuluh ribu eksemplar per tahun dan membuat Franklin kaya raya. Pepatah-pepatahnya yang lugas — “Cepat tidur, cepat bangun,” “Sepeser hemat, sepeser dapat” — tertanam dalam watak bangsa Amerika.
Eksperimen Layang-Layang
Franklin melakukan eksperimen layang-layangnya yang termasyhur di tengah badai petir dekat Philadelphia, membuktikan bahwa petir bersifat listrik. Penemuan itu menganugerahinya Medali Copley dari Royal Society dan menjadikannya ilmuwan paling dipuja di dunia. Penemuan penangkal petir yang menyusul kemudian dielu-elukan sebagai kemenangan akal budi atas takhayul.
Deklarasi Kemerdekaan
Franklin menjadi anggota Committee of Five yang bertugas menyusun Deklarasi Kemerdekaan, bersama Thomas Jefferson, John Adams, Roger Sherman, dan Robert Livingston. Pada usia tujuh puluh tahun, ia adalah penanda tangan tertua. Ketika John Hancock konon berkata bahwa mereka semua harus bersatu, Franklin dikisahkan menjawab: “Kita memang harus bersatu-padu, atau sudah pasti kita akan digantung satu demi satu.”
Perjanjian Aliansi dengan Prancis
Setelah kemenangan Amerika di Saratoga, Franklin merundingkan Perjanjian Aliansi dengan Prancis pada 6 Februari 1778 — langkah diplomasi jenius yang mendatangkan pasukan, kapal, dan dana Prancis ke dalam perang. Itulah tindakan diplomasi paling menentukan dalam sejarah Amerika, dan hal itu tidak akan pernah terjadi tanpa reputasi pribadi dan pesona Franklin.
Wafat di Philadelphia
Benjamin Franklin wafat pada 17 April 1790 di kediamannya di Philadelphia, pada usia delapan puluh empat tahun. Diperkirakan dua puluh ribu orang menghadiri pemakamannya — kerumunan terbesar yang pernah disaksikan Philadelphia. Kongres memutuskan untuk berkabung selama dua bulan. Majelis Nasional Prancis, atas usul Mirabeau, berkabung selama tiga hari. Batu nisannya, yang telah ia gubah puluhan tahun sebelumnya, berbunyi sederhana: “Jasad B. Franklin, Pencetak.”
Tokoh-Tokoh Penting
John Adams
Hubungan antara Franklin dan Adams merupakan salah satu yang paling menentukan sekaligus paling penuh perselisihan pada era pendirian bangsa. Keduanya bersama-sama duduk di Committee of Five yang menyusun Deklarasi, lalu menjadi sesama diplomat di Paris — tempat perangai mereka bentrok secara dramatis. Adams, yang puritan dan pekerja keras, jijik melihat pergaulan Franklin, jam-jam larutnya, serta godaannya kepada perempuan-perempuan Prancis. Franklin sebaliknya menganggap Adams sombong dan menjengkelkan. Namun keduanya saling membutuhkan: keteguhan Adams dan pesona Franklin bersama-sama memastikan aliansi yang memenangkan perang.
Thomas Jefferson
Jefferson tiba di Paris pada 1784 untuk menggantikan Franklin sebagai menteri Amerika. Ketika menteri luar negeri Prancis bertanya apakah ia akan menggantikan Franklin, Jefferson menjawab dengan masyhur: “Tak seorang pun dapat menggantikannya, Tuan; saya hanyalah penerusnya.” Kedua pria itu berbagi semangat yang sama terhadap ilmu pengetahuan, penemuan, dan filsafat Pencerahan. Franklin membimbing pemuda Virginia itu dan menyunting rancangan Deklarasi Kemerdekaan karya Jefferson — dengan terkenal mengubah “Kami memegang kebenaran-kebenaran ini sebagai suci” menjadi “Kami memegang kebenaran-kebenaran ini sebagai sesuatu yang terbukti dengan sendirinya.”
Warisan Benjamin Franklin
Benjamin Franklin wafat pada 17 April 1790, pada usia delapan puluh empat tahun, babak agung terakhir dari sebuah kehidupan yang telah menyentuh setiap sudut abad kedelapan belas. Ia pernah menjadi seorang magang yang kabur, jutawan yang membangun dirinya sendiri, ilmuwan termasyhur di dunia, diplomat paling sukses dalam sejarah Amerika, dan negarawan senior dalam Konvensi Konstitusi. Tak satu pun pendiri bangsa lainnya — bukan Washington, bukan Jefferson, bukan pula Adams — pernah memerankan begitu banyak peran sedemikian baiknya.
Yang membuat Franklin begitu istimewa bukan semata kejeniusannya, melainkan keluasan jangkauannya. Ia bisa menyusun huruf cetak dan merundingkan perjanjian, menerbangkan layang-layang dan memikat para raja, menulis almanak dan menyusun konstitusi. Ia adalah perwujudan Zaman Pencerahan dalam wujud manusia — bukti hidup bahwa akal budi, rasa ingin tahu, dan kerja keras dapat menata ulang sebuah kehidupan dan, melaluinya, sebuah dunia. Baca kisahnya dalam kata-katanya sendiri di ePub sudut pandang orang pertama.
Dapatkan Biografi Lengkap dalam Sudut Pandang Pertama
Baca kisah Benjamin Franklin yang dituturkan dengan suaranya sendiri — 8 bab narasi sinematik dari sudut pandang pertama.
Lanjutkan Percakapan
Anda telah mendengar kisahnya. Kini tanyakan apa saja.
Bicara dengan Benjamin Franklin