George Washington — Manusia yang Tak Tergantikan

Pencerahan Pemimpin
George Washington — Manusia yang Tak Tergantikan — book cover

Manusia yang Tak Tergantikan

Lahir 1732
Wafat 1799
Wilayah Amerika Serikat
TEMUKAN

Pada malam yang membeku tanggal 25 Desember 1776, George Washington memimpin 2.400 orang yang putus asa menyeberangi Sungai Delaware yang tersumbat es untuk menyerang garnisun tentara Hessian di Trenton, New Jersey. Continental Army sedang runtuh — masa dinas para prajurit akan segera berakhir, moral hancur oleh berbulan-bulan kekalahan di New York. Washington mempertaruhkan segalanya dalam satu lemparan dadu. Menjelang fajar, pasukan Hessian tercerai-berai, Revolusi terselamatkan, dan sang petani Virginia yang sebelum 1775 belum pernah memimpin lebih dari satu resimen telah menyatakan dirinya sebagai salah satu panglima militer terbesar dalam sejarah. Namun kejeniusan sejati Washington bukanlah memenangkan perang. Melainkan apa yang ia lakukan setelahnya: ia mengembalikan kekuasaan itu.

“Kebebasan, ketika mulai berakar, adalah tumbuhan yang tumbuh dengan cepat.”

Rentang Hidup

1732–1799

Lahir pada 22 Februari 1732 di perkebunan Pope's Creek, Westmoreland County, Virginia. Meninggal pada 14 Desember 1799 di Mount Vernon, dalam usia enam puluh tujuh tahun, kemungkinan akibat epiglotitis akut yang diperparah oleh pengobatan standar pada masa itu: pengeluaran darah (bloodletting).

Tahun Sebagai Panglima

8

Washington menjabat sebagai Panglima Tertinggi Continental Army dari 15 Juni 1775 hingga 23 Desember 1783 — delapan setengah tahun komando tanpa henti melalui babak-babak paling kelam Revolusi Amerika.

Masa Jabatan Presiden

2

Terpilih secara bulat sebagai presiden baik pada 1789 maupun 1792 — satu-satunya presiden dalam sejarah Amerika yang meraih seluruh suara elektoral. Ia mundur secara sukarela setelah dua masa jabatan, menetapkan preseden yang bertahan hingga Amendemen Kedua Puluh Dua menjadikannya undang-undang.

Ekar di Mount Vernon

8,000

Washington memperluas Mount Vernon dari sebuah perkebunan sederhana seluas 2.000 ekar yang diwariskan dari saudara tirinya, Lawrence, menjadi perkebunan seluas 8.000 ekar dengan lima ladang yang berfungsi penuh, sebuah penyulingan wiski, sebuah kilang gandum, dan lebih dari 300 pekerja yang diperbudak.

Dikenal Sebagai

Presiden pertama Amerika Serikat, Panglima Tertinggi Continental Army, memimpin Konvensi Konstitusi

Peristiwa yang Menentukan

Emanuel Leutze’s iconic 1851 painting of Washington crossing the Delaware River
25–26 Desember 1776

Menyeberangi Sungai Delaware

Setelah berbulan-bulan mengalami kekalahan yang menghancurkan di New York dan sebuah mundur yang menegangkan melintasi New Jersey, Washington mempertaruhkan segalanya dalam serangan kejutan pada malam Natal terhadap garnisun Hessian di Trenton. Para pelaut Marblehead pimpinan Kolonel John Glover mendayung pasukan itu menyeberangi sungai yang tersumbat es di tengah badai hujan es. Menjelang fajar, pasukan Hessian tercerai-berai — sekitar 900 orang tertawan, 22 tewas — dan Revolusi meraih kemenangan nyata pertamanya.

Washington and his troops enduring the winter at Valley Forge
Musim Dingin 1777–1778

Valley Forge

Perkemahan enam bulan Continental Army di Valley Forge, Pennsylvania, menjadi tempat penggodokan kemerdekaan Amerika. Dari sekitar 12.000 prajurit yang memasuki perkemahan, sekitar 2.000 orang meninggal karena tifus, demam tifoid, dan disentri. Namun latihan tanpa henti dari Baron Friedrich von Steuben mengubah para penyintas menjadi kekuatan tempur profesional, dan aliansi dengan Prancis — ditandatangani pada Februari 1778 — memastikan bahwa perang itu dapat dimenangkan.

General George Washington Resigning His Commission — John Trumbull, 1824, U.S. Capitol Rotunda
23 Desember 1783

Pengunduran Diri

Dengan perang telah dimenangkan dan pasukan berada di belakangnya, Washington bisa saja merebut kekuasaan. Namun sebaliknya, ia menunggang kuda menuju Annapolis, Maryland, tempat Continental Congress bersidang, dan menyerahkan komisinya sebagai Panglima Tertinggi. Raja George III dikabarkan berkata bahwa jika Washington benar-benar melakukan hal ini, ia akan menjadi "manusia terbesar di dunia." Tindakan itu mengejutkan Eropa dan menegakkan prinsip supremasi sipil atas militer yang sejak itu mendefinisikan republik Amerika.

Linimasa

1732

Lahir di Pope's Creek

George Washington lahir pada 22 Februari 1732 di Westmoreland County, Virginia, sebagai putra tertua dari Augustine Washington dan istri keduanya, Mary Ball. Keluarga itu pindah ke Ferry Farm di tepi Sungai Rappahannock ketika George berusia enam tahun, dan di sanalah ia menghabiskan sebagian besar masa kecilnya.

1748

Sang Juru Ukur

Pada usia enam belas tahun, Washington bergabung dengan sebuah ekspedisi survei melintasi Pegunungan Blue Ridge menuju Lembah Shenandoah, yang disponsori oleh Lord Fairfax. Ia diangkat sebagai juru ukur resmi Culpeper County pada tahun berikutnya — jabatan publik pertamanya — dan menghabiskan tiga tahun memetakan wilayah perbatasan Virginia.

1754

Fort Necessity

Letnan Kolonel Washington memimpin sepasukan kecil milisi Virginia ke Ohio Country untuk menantang ekspansi Prancis. Setelah baku tembak kontroversial di Jumonville Glen — yang menewaskan seorang utusan diplomatik Prancis — Washington dikepung di Fort Necessity dan terpaksa menyerah. Insiden ini turut memicu Perang Prancis dan Indian.

1755

Kekalahan Braddock

Washington menjabat sebagai ajudan Jenderal Edward Braddock selama ekspedisi bencana melawan Fort Duquesne. Ketika Braddock terluka parah dan sekarat, Washington mengumpulkan kembali para penyintas di bawah tembakan gencar. Ia kemudian menulis bahwa ia memiliki "empat lubang peluru menembus mantelku dan dua ekor kuda tertembak mati di bawahku."

1759

Pernikahan dengan Martha

Washington menikahi Martha Dandridge Custis, salah satu janda terkaya di Virginia, pada 6 Januari 1759. Pernikahan itu membawanya dua anak tiri, perkebunan Custis yang luas, dan kemandirian finansial. Ia menetap di Mount Vernon dan mengabdi di Virginia House of Burgesses selama lima belas tahun berikutnya.

1775

Diangkat sebagai Panglima Tertinggi

Kongres Kontinental Kedua secara bulat mengangkat Washington sebagai Panglima Tertinggi Continental Army pada 15 Juni 1775. Ia menerima jabatan itu dengan syarat tidak menerima gaji, hanya meminta agar Kongres menanggung biaya-biayanya — sebuah sikap yang menentukan corak seluruh karier publiknya.

1781

Kemenangan di Yorktown

Washington dan Comte de Rochambeau menggerakkan pasukan gabungan mereka sejauh 450 mil dari New York menuju Virginia dalam sebuah tipu daya strategis yang cemerlang. Dengan armada Prancis pimpinan Laksamana de Grasse memblokade Teluk Chesapeake, mereka mengepung Lord Cornwallis di Yorktown. Pasukan Inggris menyerah pada 19 Oktober 1781, secara efektif mengakhiri perang.

1789

Dilantik sebagai Presiden Pertama

Washington terpilih secara bulat sebagai presiden oleh Electoral College dan dilantik pada 30 April 1789 di balkon Federal Hall, Kota New York. Ia meletakkan tangannya di atas sebuah Alkitab Masonik dan menambahkan kata-kata "So help me God" (semoga Tuhan menolongku) ke dalam sumpah jabatan — sebuah tradisi yang diikuti oleh setiap presiden sejak saat itu.

Tokoh-Tokoh Penting

Marquis de Lafayette
Putra Angkat & Sekutu

Marquis de Lafayette

Bangsawan Prancis berusia sembilan belas tahun ini tiba di Amerika pada 1777, terluka dalam Pertempuran Brandywine, bertahan melewati Valley Forge, dan menjadi putra yang tak pernah dimiliki Washington. Ikatan mereka melampaui politik: Lafayette menamai putranya sendiri George Washington de La Fayette, dan beberapa dekade kemudian mengirimkan kepada Washington kunci Bastille — sebuah simbol yang menghubungkan dua revolusi. Surat-surat Washington kepada Lafayette termasuk di antara yang paling terbuka secara emosional yang pernah ia tulis, mengungkap kehangatan pribadi di balik kesan dingin dan tertutup yang ia tunjukkan di depan umum.

Alexander Hamilton
Ajudan & Menteri Keuangan

Alexander Hamilton

Hamilton bergabung dengan staf Washington pada usia dua puluh dua tahun dan menjadi ajudan paling dipercaya sang jenderal selama empat tahun — menyusun perintah, mengelola korespondensi, dan menjalankan perundingan-perundingan sensitif. Hubungan mereka intens dan kadang bergejolak: Hamilton gelisah dengan pekerjaan meja, dan keduanya sempat berselisih pahit pada 1781, meski akhirnya berdamai. Sebagai presiden, Washington mengangkat Hamilton sebagai Menteri Keuangan pertama, mengandalkan kecemerlangannya untuk membangun arsitektur keuangan bangsa yang baru itu.

George Washington
Manusia yang bisa saja menjadi raja — namun memilih menjadi warga negara biasa.

Warisan George Washington

George Washington meninggal pada 14 Desember 1799 di Mount Vernon, dua tahun setelah meninggalkan kursi kepresidenan. Sakit terakhirnya berlangsung tak sampai dua hari. Ia berusia enam puluh tujuh tahun. Dalam surat wasiatnya, ia membebaskan 123 orang yang diperbudak yang menjadi miliknya secara langsung — satu-satunya Bapak Pendiri pemilik budak yang melakukan hal ini — meski ketentuan itu baru berlaku setelah kematian Martha, dan sejumlah besar orang yang diperbudak milik perkebunan Custis tetap berada dalam perbudakan.

Pidato pujian Henry "Light-Horse Harry" Lee menyebut Washington sebagai "yang pertama dalam perang, yang pertama dalam damai, dan yang pertama di hati sesama warganya." Ungkapan itu bertahan karena menangkap sesuatu yang benar. Washington bukanlah yang paling cemerlang di antara para Bapak Pendiri — Hamilton, Jefferson, dan Madison semuanya melampauinya dalam kecerdasan. Namun ia memahami sesuatu yang tidak dipahami oleh siapa pun dari mereka: bahwa republik itu hanya akan bertahan jika warganya yang paling berkuasa menunjukkan bahwa kekuasaan adalah sebuah amanah yang harus dikembalikan, bukan hadiah yang harus dipertahankan. Bacalah kisahnya dalam kata-katanya sendiri dalam ePub sudut pandang orang pertama.

Dapatkan Biografi Lengkap dalam Sudut Pandang Pertama

Baca kisah George Washington yang dituturkan dengan suaranya sendiri — 8 bab narasi sinematik dari sudut pandang pertama.

Lanjutkan Percakapan

Anda telah mendengar kisahnya. Kini tanyakan apa saja.

Bicara dengan George Washington